Skip navigation

Category Archives: Tentang Kesenian Dan Kebudayaan Indonesia

Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.

Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.

Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.

Rumah adat

1. Gadang ( Sumatra Barat )

Rumah Gadang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau, provinsi Sumatra Barat.Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi. Rumah Gadang pada sayap bangunan sebelah kanan dan kirinya terdapat ruang anjuang (anjung) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat, karena itu rumah Gadang dinamakan pula sebagai rumah Baanjuang. Anjuang pada keselarasan Bodi-Chaniago tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan untuk golongan kesalarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua golongan ini yang berbeda, salah satu golongan menganut prinsip pemerintahan yang hirarkies menggunakan anjuang yang memakai tongkat penyangga, pada golongan lainnya anjuang seolah-olah mengapung di udara.

2. Honai ( Papua )

Honai adalah rumah khas Papua. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).

Tarian

1. Reog ( Jawa )

Reog dapat merujuk kepada beberapa bentuk kesenian:

2. Kecak ( Bali )

Kecak (pelafalan: /‘ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack, dan Ketiak), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar[1], melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

3. Seudati ( Aceh )

Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.

Lagu

  • Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung.
  • Maluku : Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama
  • Melayu : Soleram, Tanjung Katung
  • Minangkabau : Kampuang nan Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang
  • Aceh : Bungong Jeumpa
  • Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
  • Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
  • Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
  • Anju Ahu (Sumatera Utara)
  • Apuse (Papua)
  • Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
  • Barek Solok (Sumatera Barat)
  • Batanghari (Jambi)
  • Bolelebo (Nusa Tenggara Barat)
  • Bubuy Bulan (Jawa Barat)
  • Buka Pintu (Maluku)
  • Bungo Bangso (Sumatera Utara)
  • Bungong Jeumpa (Aceh)
  • Burung Tantina (Maluku)
  • Butet (Sumatera Utara)
  • Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)
  • Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)
  • Cing Cangkeling (Jawa Barat)
  • Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)
  • Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)
  • Dayung Palinggam (Sumatera Barat)
  • Dayung Sampan (Banten)
  • Dek Sangke (Sumatera Selatan)
  • Desaku (Nusa Tenggara Timur)
  • Esa Mokan (Sulawesi Utara)
  • Es Lilin (Jawa Barat)
  • Gambang Suling (Jawa Tengah)
  • Gek Kepriye (Jawa Tengah)
  • Goro-Gorone (Maluku)
  • Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan)
  • Gundul Pacul (Jawa Tengah)
  • Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)
  • Huhatee (Maluku)
  • Ilir-Ilir (Jawa Tengah)
  • Indung-Indung (Kalimantan Timur)
  • Injit-Injit Semut (Jambi)
  • Jali-Jali (Jakarta)
  • Jamuran (Jawa Tengah)
  • Kabile-Bile (Sumatera Selatan)
  • Kalayar (Kalimantan Tengah)
  • Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
  • Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)
  • Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)
  • Karatagan Pahlawan (Jawa Barat)
  • Keraban Sape (Jawa Timur)
  • Keroncong Kemayoran (Jakarta)
  • Kicir-Kicir (Jakarta)
  • Kole-Kole (Maluku)
  • Lalan Belek (Bengkulu)
  • Lembah Alas (Aceh)
  • Lisoi (Sumatera Utara)
  • Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)
  • Malam Baiko (Sumatera Barat)
  • Mande-Mande (Maluku)
  • Manuk Dadali (Jawa Barat)
  • Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
  • Mejangeran (Bali)
  • Mariam Tomong (Sumatera Utara)
  • Moree (Nusa Tenggara Barat)
  • Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)
  • O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)
  • Ole Sioh (Maluku)
  • Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)
  • O Ulate (Maluku)
  • Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)
  • Pakarena (Sulawesi Selatan)
  • Panon Hideung (Jawa Barat)
  • Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
  • Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)
  • Peuyeum Bandung (Jawa Barat)
  • Pileuleuyan (Jawa Barat)
  • Pinang Muda (Jambi)
  • Piso Surit (Aceh)
  • Pitik Tukung (Yogyakarta)
  • Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)
  • Rambadia (Sumatera Utara)
  • Rang Talu (Sumatera Barat)
  • Rasa Sayang-Sayange (Maluku)
  • Ratu Anom (Bali)
  • Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)
  • Sarinande (Maluku)
  • Selendang Mayang (Jambi)
  • Sengko-Sengko (Sumatera Utara)
  • Siboga Tacinto (Sumatera Utara)
  • Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
  • Sing Sing So (Sumatera Utara)
  • Sinom (Yogyakarta)
  • Si Patokaan (Sulawesi Utara)
  • Sitara Tillo (Sulawesi Utara)
  • Soleram (Riau)
  • Surilang (Jakarta)
  • Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)
  • Tanduk Majeng (Jawa Timur)
  • Tanase (Maluku)
  • Tapian Nauli (Sumatera Utara)
  • Tari Tanggai (Sumatera Selatan)
  • Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)
  • Te Kate Dipanah (Yogyakarta)
  • Tokecang (Jawa Barat)
  • Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
  • Tope Gugu (Sulawesi Tengah)
  • Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)
  • Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)
  • Terang Bulan (Jakarta)
  • Yamko Rambe Yamko (Papua)
  • Bapak Pucung (Jawa Tengah)
  • Yen Ing Tawang Ono Lintang (Jawa Tengah)
  • Stasiun Balapan, Didi Kempot (Jawa Tengah)
  • Anging Mamiri, Sulawesi Parasanganta (Sulawesi Selatan)
  • bulu londong, malluya, io-io, ma’pararuk (Sulawesi Barat)

Alat musik

[sunting] Gambar

[sunting] Patung

[sunting] Pakaian

[sunting] Suara

  • Jawa: Sinden.
  • Sumatra: Tukang cerita.
  • Talibun : (Sibolga, Sumatera Utara)

[sunting] Sastra/tulisan

Kebudayaan Modern Khas Indonesia

Kesenian atau seni boleh dibahagikan kepada 4 bahagian iaitu :

  • Seni Suara
  • Seni Gerak
  • Seni Rupa
  • Permainan Tradisional

Menurut Kamus Dewan Seni didefinisikan sebagai karya (sajak, lukisan, muzik, dll) yang dicipta dengan bakat (kecekapan), hasil daripada sesuatu ciptaan.

Manakala kesenian bermaksud perihal seni, yang berkaitan dengan seni, keindahan (kehalusan).

Kesenian ini menjadi tunjang kepada kebudayaan masyarakat Melayu sejak turun temurun lagi. Dengan adanya kesenian seperti ini identiti masyarakat Melayu lebih terserlah dan dikenali ramai.

Kementerian Kebudanyaan dan Kesenian telah mengambil pebagai inisiatif bagi memantapkan dan memperkembangkan lagi kebudayaan masyarakat Melayu. Kesenian bangsa Melayu telah diakui dunia sebagai unik dan menarik.

SENI SUARA

Kesenian mengikut definisi Herberth Read adalah suatu usaha untuk mencipta bentuk-bentuk yang menyenangkan dan seni itu dijalankan pula daripada estetika.

Dalam seni suara kesenian Melayu dapat dibahagikan kepada dua bahagian iaitu :

  • Seni Vokal

Seni Vokal lahir daripada pita suara yang boleh memberi kepuasan kepada pendengar. Setiap seni vokal itu berbeza mengikut masyarakat. Dalam masyarakat Melayu terdapat seni vokal tanpa muzik dan seni vokal yang bergabung dengan muzik.

Seni Vokal tanpa muzik yang sering dinyanyikan dalam masyarakat Melayu ialah :

  1. Endoi atau dendang Siti Fatimah dan ulit anak
  2. Endoi atau dendang Siti Fatimah terkenal di negerii Perak, Selangor dan Negeri Sembilan manakala ulit anak dinegeri Terengganu. Biasanya dilagukan dalam upacara berbentuk keislaman seperti menyambut kelahiran anak atau upacara bercukur kepala.

  3. Nazam atau naban
  4. Berasal daripada Terengganu, Pahang dan Melaka. Dikarang dalam Bahasa Melayu yang mengisahkan riwayat Nabi Muhamad, para Nabi Allah dan para sahabat Rasul. Persembahan yang tidak disertai alat muzik ini memerlukan kemerduan suara.

  5. Marhaban, nasyid dan qasidah

Merupakan nyanyian keagamaan. Marhaban ialah pujian kepada Nabi Muhamad dan dinyanyikan dalam Bahasa Arab. Nasyid ialah nyanyian dan berbentuk dakwah Islam iaitu terdapat dalam senikata Arab dan Melayu. Qasidah biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab yang mengandungi puisi memuji Nabi Muhamad dan para sahabat.

  • Lagu yang digabungkan dengan muzik
  1. Dikir
  2. Dikir dikenali dengan pelbagai nama seperti dikir maulud, dikir Pahang, dikir Rebana dan dikir berarak. Dikir-dikir ini dilagukan dengan iringan pukulan rebana atau kompang.

  3. Hadrah
  4. Sejenis nyanyian yang berasal daripada dikir. Dinyanyikan dengan iringan sejenis alat bercorak rebana yang hampir sama dengan kompang.

  5. Beduan
  6. Sejenis naynyian rakyat negeri Perlis dan diringi dengan bunyi-bunyian gendang. Beduan mempunyai persamaan dengan bentuk zikir dan burdah yang diringi dengan pukulan rebana.

  7. Dikir barat
  8. Sejenis nyayian yang terkenal dinegeri Kelantan. Nyanyiannya diringan dengan pukulan rebana.

  9. Ghazal

Sejenis puisi Arab yang berbentuk percintaan. Ghazal dinyanyiakan dengan iringan alat seperti syeringgi, sitar, harmonium dan tabla.

  • Seni Muzik

Menurut Kamus Dewan Muzik didefinisikan sebagai gubahan bunyi yang menghasilkan bentuk dan irama yang indah dan menyenangkan, bunyi-bunyian.

Muzik adalah satu daya tarikan kepada manusia. Ahli-ahli falsafah berpendapat bahawa setiap manusia mempunyai minat terhadap muzik. Keadaan ini jelas dilihat kepada reaksi manusia terhadap bunyi-bunyian yang sudah menjadi kegemaran sejak manusia dilahirkan. Muzik sebenarnya tidak dapat dilihat dan dinikmati dengan pancaindera penglihatan, tetapi dirasai dengan hati atau perasaan.

  • Muzik Tradisi Warisan Istana

Dalam masyarakat terdapat dua kelompok masyarakat iaitu :

  • Tradisi tinggi (great tradition)
  • Tradisi rendah (little tardition)

Kumpulan masyarakat tradisi tinggi terdiri daripada golongan bangsawan yang merupakan golongan kelas pemerintah yang menjadikan istana sebagai pusat kebudayaan.

Raja-raja menubuhkan kumpulan-kumpulan muzik diistana dan latihan dianjurkan untuk meningkatkan mutu persembahannya. Muzik nobat menjadi satu pasukan muzik istana sejak abab ke 15 lagi. Muzik ini dimainkan dalam upacara pertabalan, kematian raja dan upacara mengadap oleh para pembesar di hadapan balairung. Selain nobat muzik yang berkembang melalui tradisi istana di Malaysia ialah gamelan. Gamelan yang terkenal diTanah Melayu berasal dari kerajaa Riau-Lingga dan Johor. Alat-alat muzik yang digunakan dalam gamelan termasuklah saron, bonang, kerompong, gendang dan gong.

  • Tradisi Muzik Rakyat

Disamping tradisi tinggi yang berpusat diistana, terdapat pula tradisi rendah dikalangan rakyat biasa yang terdir daripada kaum petani dan nelayan. Perkembangan seni muzik diperingkat masyarakat tradisi rendah lahir daripada minat anggota masyarakat itu sendiri. Sebahagian daripada mereka mewarisi keahlian bermain alat-alat muzik itu daripada keluarganya. Alat-alat muzik ini diperbuat daripada bahan-bahan yang diperolehi disekeliling mereka seperti buluh, kayu, kulit binatang dan lain-lain. Muzik rebana merupakan sejenis alat muzik yang berkembang dalam masyarakat Melayu tradisional. Rebana dimainkan dalam persembahan yang berunsur keislaman seperti dikir, ratib, nazam, hadrah, rodat, maulut dan lain-lain.

  • Tradisi Muzik Melayu yang lain

Tradisi muzik melayu yang lain seperti muzik makyong dan gendang keling diwarisi dari zaman praislam.Gendang keling dan Mek Mulung di Kedah dan Perlis menggunakan alat muzik seperti Gong, rebab, gendang dan serunai. Di samping berbagai – bagai jenis muzik yang dinyatakan ,muzik wayang kulit, kuda kepang dan ghazal juga merupakan muzik melayu tradisional dari zaman silam. Muzik wayang kulit mengandungi alat muzik seperti gamelan dan mempunyai hubungan dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat pribumi. Ghazal pula berasal dari pengaruh Arab Parsi , yang dibawa melalui India sebelum berkembang di alam melayu. Muzik melayu asli ialah muzik yang menyertai tarian ronggeng atau joget yang mempunyai hubungan dengan dongdang sayang yang berkembang di Melaka dan canggung di Perlis. Dalam Tarian kuda kepang pula terdapat alat – alat muzik paluan yang dibunyikan mengikut rentak kuda berlari. Tarian kuda kepang ini berkembang di Johor di kalangan masyarakat melayu keturunan Jawa.

SENI GERAK

Seni gerak mengandungi segala gerakan tubuh badan yang mempunyai unsur – unsur keindahan . Seni ini dapat dilihat pada gerakan tangan , kaki , badan , mata dan anggota badan yang lain. seni gerak orang melayu dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu seni tari dan seni drama.

SENI TARI

Seorang ahli sejarah tarian dan muzik Jerman bernama C. Sachs telah memberikan definisi seni tari sebagai gerakan yang berirama. Seni tari adalah pengucapan jiwa manusia melalui gerak – geri berirama yang indah. Dalam kebudayaan melayu terdapat berbagai – bagai jenis tarian , sama ada tarian asli ataupun tarian yang telah dipengaruhi oleh unsur – unsur moden. Menurut Jaafar Mampak, tarian melayu asli terbahagi kepada dua jenis. Pertama , tarian yang bercorak lemah lembut seperti tarian mak inang dan siti payung. Kedua , tarian rancak yang merupakan hasil daripada pengaruh tarian Portugis seperti tarian Ronggeng , Serampang Laut dan Singapura Dua.

Seni tari boleh dikategorikan dalam berbagai – bagai jenis. Antara pembahagian yang boleh dibuat terhadap seni tari melayu adalah seperti berikut :

  1. Tarian – tarian yang bercorak seni tari istana yang dipersembahkan pada waktu perkahwinan , pertabalan , istiadat menyembah dan sebagainya. Tarian – tarian ini termasuklah tarian siti payung , mak inang , asyik , gamelan dan sebagainya.
  2. Tarian – tarian yang memperlihatkan wujudnya pengaruh Arab dan Parsi seperti tarian rodat , hadrah dan sebagainya.
  3. Tarian rakyat seperti dondang sayang , ronggeng , joget dan sebagainya.
  4. Tarian yang khusus ditarikan oleh kaum lelaki sahaja seperti tarian kuda kepang , tarian labi – labi , tarian berdayung dan sebagainya.

TARIAN ASLI

Tarian ini dicipta berdasarkan lagu – lagu melayu asli dengan mengikuti irama lagu – lagu melayu asli yang tertentu. Seni tari jenis ini ialah tarian yang dicipta daripada lagu Makan Sirih , Gunung Banang , Sapu Tangan , Asli Selendang , Bentan , Telani , Asli Abadi dan sebagainya.

TARIAN ASYIK

Tarian ini adalah sejenis tarian klasik dari daerah – daerah di Kelantan yang ditarikan di istana raja – raja Kelantan dan Patani. Asyik bererti kekasih , oleh itu tarian ini bersesuaian dengan gerak – geri bersifat lemah lembut dan penuh dengan ketertiban. Tarian ini dimulai dengan sepuluh orang penari masuk ke dewan tarian terlebih dahulu , lalu duduk bersimpuh dengan tertibnya. Kemudian tampillah Puteri Asyik dan mereka pun mula menari.Tarian asyik ini ditarikan dalam upacara perkahwinan dan pada malam berinai. Tiga alat muzik penting yang digunakan ialah rebab , gambang dan gedombak.

TARIAN AYAM DIDIK

Tarian ini dikatakan berasal daripada gerakan berlaga ayam, iaitu sejenis sukan yang diminati oleh orang Melayu pada masa lampau. Tarian ini dicipta oleh ahli tarian dinegeri Perlis. Tarian ini diringi dengan nyanyian lagu ayam didik.

TARIAN BALAI

Tarian ini berasal dari daerah-daerah dinegeri Terengganu. Tarian ini ditarikan oleh gadis-gadis kampung dalam bentuk simbolik seperti melakukan pekerjaan sawah. Penari-penari akan menari mengelilingi balai, iaitu sejenis payung panjang berwarna-warni yang diletakan dibawah gelanggang.

CANGGUNG

Kata tanggung berasal dari bahasa Thai yang bererti menari. Tarian Canggung berasal dari negeri Perlis dan menjadi popular di negeri Kedah, Perlis dan Pulau Pinang. Tarian ini dicipta oleh seorang ahli tarian dari Kangar selepas perang dunia kedua

TARIAN SITI WAU BULAN

Tarian ini berasal dari negeri Kelantan, ditarikan pada musim menuai sempena dengan temasya dan permainan wau.

TARIAN CINTA SAYANG

Tarian ini berasal dari yang menggambarkan keluarga nelayan. Tarian ini menunjukan bagaimana keluarga nelayan mengucapkan selamat jalan kepada para nelayan sebelum turun ke laut.

TARIAN DABUS

Tarian ini berasal dari negeri Perak dan mengandungi unsur keagamaan yang berkait dengan kepahlwanan Sayidina Ali.

TARIAN GAMBUS

Tarian ini berasal dari daerah Kuala Kangsar Perak. Tarian ini dikatakan telah dikenali didaerah ini sejak 50 tahun yang lalu, dipercayai berasal dari negeri Arab.

TARIAN INAI

Tarian ini adalah tarian istana yang ditarikan semasa majlis berkhatan anak pembesar-pembesar istana. Ianya dipersembahkan kepada kanak-kanak ini semasa mereka hendak dikhatankan dan duduk diatas pelamin.

TARIAN JOGET

Tarian ini diperngaruhi oleh kebudayaan Portugis dan dijadikan sebagai tarian sosial serta diterima oleg berbagai-bagai kaum di Malaysia.

TARIAN KUDA KEPANG

Tarian ini ialah tarian warisan budaya Jawa yang terpengaruh dengan islam. Ciri kejawaan itu jelas pada pakaian penari-penari dan unsur islam jelas semasa cerita itu ditarikan iaitu mengisahkan pepernagan Rasullollha dan para sahabat.

TARIAN MAK INANG

Pada zaman kesultanan Melayui Melaka, tarian mak inang sangat popular ditarikan pada hari-hari kerja kahwin tetapi kini ditarikan majlis-majlis sosial.

TARIAN ZAPIN

Tarian ini dikatakan berasal dari negeri Parsi . Ianya diringi dengan alat-alat muzik seperti dabus dan marwas. Pakaian yang digunakan ialah baju melayu.

  • DRAMA TRADISOANAL

Drama tradisional mengikut pendapat Amin Sweeney ialah karya drama yang dianggap oleh masyarakat yang mewarisinya sebagi hasil yang diwarisi secara turun temurun dari generasi yang lampau. Antara seni drama tradisinal yang popular dalam masyarakat melayu adalah seperti berikut :

MAIN PUTERI

Drama tradisinal ini berkembang dengan popular sekali didesa-desa dinegeri Kelantan. Drama ini digunakan untuk mengubati orang sakit. Tok Puteri memainkan peranan sebagai pawang atau bomoh untuk mengawal penyakit yang dibawa oleh roh-roh atau semangat jahat.

MAKYUNG

Makyung ialah drama tradisional yang popular dinegeri Kelantan. Drama ini berasal daripada ritual memuja roh datuk nenek. Permianan makyung ini dikatakan berasal dari negeri Patani.

MENORA

Menora ialah sejenis drama tradisioanal Melayu yang dikatakan dipengaruhi oleh seni darama Siam. Menora telah menjadi popular dinegeri Perlis, Kedah dan Kelantan.

WAYANG KULIT

Wayang kulit merupakan sejenis drama tradisoanl melayu yang terbahagi kepada beberapa jenis seperti wayang golek, wayang wang, wayang topeng dan wayang beber. Kini hanya wayang kulit yang masih kekal.

SENI RUPA Seni rupa dalam masyarakat melayu meruapakan ciptaan yang megandungi unsur-unsur seni yang dihasilkan oleh orang melayu melalui ukiran, anyaman, tenunan, seni bina dan sebagainya.

SENI UKIR

Seni Ukir dalam masyarakat melayu mempunyai hubungan rapat dengan hasil-hasil kerja tangan yang dicipta melalui kepandaian mengukir. Ciri-ciri ukiran itu dihasilkan melalui ukiran timbul, ukiran terbenam, ukiran tebuk dan ukiran timbus.

SENI KRAFTANGAN

Seni kraftangan adalah hasil seni yang dicipta untuk digunakan, tetapi digubah dengan memasukkan unsur-unsur seni untuk memberi bentuk yang indah dan menarik hati. Penciptaan kraftangan itu memerlukan keahlian dan kecekapan dalam penggunaan bahan-bahan asas yang teratur sejak dari proses awal hinggalah sesuatu hasil kraftangan itu tercipta. Proses penciptaan kraftangan tersebut memerlukan daya estetika demi untuk memberikan rekabentuk yang indah dan menarik.

SENI TEMBIKAR

Seni tembikar merupakan sejenis hasil kraftangan orang melayu yang menggunakan tanah liat yang dibakar dan digilap. Reka bentuknya dicipta berdasarkan fungsi sesuatu barang itu seperti periuk nasi, bekas air, bekas mennyimpan makanan seperti jeruk, pekasam dan lain-lain. Perusahaan membuat tembiran secara tradisoanl ini masih dilakukanoleh orang melayu khususnya di Sayung, Perak.

SENI ANYAMAN

Menganyam meruapakn proses menjalin jaluran daun, lidi, rotan, akar, buluh dan beberapa jenis tumbuhan yang lain. Beberapa jenis reka bentuk kraftangan dihasilkan melalui nyaman demi untuk mencipta sesuatu alat keperluan harian contohnya mengahsilkan topi, tudung saji, bakul dan mengayam tikar untuk mengalas tempat duduk.

TEKATAN

Tekatan dikenali juga dengan nama suji dan merupakan sejenis seni kraftangan yang popular dalam masyarakat melayu. Tekatan menggunakan kain baldu sebagai kain dasar dan bentuk hiasannya mengambarkan rekabentuk bunga dan pohon – pohon. Tekatan digunakan untuk membuat kasut , kipas . muka bantal dan balutan tepak sirih. Hasil tekatan ini dibuat bagi tujuan upacara tertentu seperti dijadikan hiasan pada upacara perkahwinan , upacara berkhatan , pertabalan raja dan upacara – upacara kebesaran yang lain.

SENI TENUNAN

Seni tenunan terbahagi kepada tiga jenis iaitu tenunan biasa , tenunan ikat celup dan songket. Tenunan songket merupakan tenunan yang paling lengkap dan cantik. Tenunan ini merupakan satu perkembangan daripada proses tenunan biasa. Sementara tenunan ikat pula dipercayai berkembang di istana raja – raja. Penciptaannya lebih rumit terutama dalam proses menyongket solek atau menyolek. Jenis kain tenunan ini dikenali juga dengan panggilan kain benang emas.

SENI BATIK

Batik merupakan seni tekstil yang dihasilkan melalui proses menerapkan lilin dan mencelup kain. Pada permulaannya kain putih yang hendak diproses menjadi kain batik itu direbus dan dikeringkan. Kemudian kain batik itu diterapkan dengan blok tembaga yang dicelupkan ke dalam lilin cair yang dipanaskan. Selepas diterapkan kain itu akan diwarnakan dengan cara celupan yang berperingkat – peringkat. Selanjutnya kain itu direbus dan divasuh sehingga bersih lalu dijemur hingga kering.

SENI TEMBAGA

Seni tembaga merupakan satu lagi kraftangan orang melayu. Seni ini diperkenalkan denagn tujuan untuk mencipta alat-alat daripada tembaga yang canti dan indah bentuknya. Alat-alat yang dicipta dalam proses seni tembaga ini digunakan dalam upacara-upacara adat khususnya diistana raja-raja melayu seperti alat-alat pertabalan raja, upacara perlkahwinan atau upacara diraja yang lain. Alat-alat tembaga ini digunakan sebagi hiasan atau perkakasan kegunaan dirumah seperti dulang, tempat letak sireh, sudu, tempat bara, bekas perenjis air mawar dan sebagainya

SENI BINA

Reka bentuk seni bina melayu lahir daripada bentuk rumah-rumah yang menjadi tempat penginapan orang melayu. Walaupun terdapat berbagai jenis rumah melayu namun struktur binaanya tdiak banyak berbeza . Reka bentuk rumah-rumah melayu juga meperlihatkan wujudnya unsur-unsur seni bina dari daerah-daerah lain dialam melayu atau dari luar alam melayu. Contohnya rumah-rumah orang melayu di negeri Sembilan adalah bercorak seni bina rumah minangkabau

PERMAINAN RAKYAT

Dalam tradisi lisan, permainan ini yang dikenali juga sebagai pemainan masa lapang atau sukan rakyat termasuk dalam kategori “folk games”. Permainan ini bukan sahaja berfungsi sebagai alat hiburan tetapi juga berperanan dalam aktiviti sosial untuk menyerikan majlis-majlis keramaian, perkahwinan dan sebagainya.

Permainan masa lapang dan sukan rakyat yang lahir di dalam kebudayaan Melayu, malah dalam kebudayaan semua dikatakan sebagai satu cara untuk pelepasan emosi manusia itu sendiri.

Di samping berfungsi diatas permainan tradisional dalam masyarakat Melayu memainkan beberapa peranan yang lain seperti bertindak sebagai alat komunikasi di kalangan anggota masyarakat.

Permainan masa lapang bagi orang Melayu boleh dibahagikan kepada permainan untuk orang dewasa dan permainan untuk kanak-kanak.

Permainan untuk orang dewasa termasuklah permainan wau, sepak raga, gasing, menyabung ayam, laga buah keras, congkak, berlaga kerbau dan lain-lain.

Permainan untuk kanak-kanak pula termasuklah main telaga buruk, guli-guli, main galah, main kapal terbang, cina buta, ketup atau sembunyi dan lain-lain.

PERMAINAN GASING

Gasing ialah permainan rakyat yang popular dikalangan orang Melayu. Di negeri-negeri Pantai Barat gasing diperbuat daripada kayu, sementara di negeri-negeri Pantai Timur khususnya dinegeri Kelantan gasing diperbuat daripada timah.

Permainan gasing dapat dibahagikan kepada tiga jenis iaitu :

  1. Permainan untuk bersuka ria
  2. Pertandingan gasing
  3. Permainan untuk pertunjukkan.

PERMAINAN LAYANG-LAYANG ATAU WAU

Permainan layang-layang atau wau mempunyai hubungan dengan kepercayaan kepada semangat padi. Permainan wau dipercayai telah dilakukan sebagai satu cara untuk memohon maaf kepada semangat padi yang telag menjelma menjadi seorang anak gadis.

Permainan wau diadakan sebagai hiburan untuk pelabagi peringkat umur. Permainan wau juga diadakan untuk pertandingan. Pertandingan yang melihat bentuk kecantikannya diukur dari segi keindahannya kepada bentuk, corak ciptaan, warna, keaslian ciptaan dan ukranya.

PERMAINAN CONGKAK

Permainan congkak ialah sejenis permianan Melayu tradisional yang digemari oleh kaum wanita dan kanak-kanak. Permainan ini dipercayai mula berkembang di istana iaitu dikalangan wanita-wanita istana dan para pembesar. Mereka memainkan permainan ini untuk menghiburkan hati pada waktu lapang dan juga bagi mengisi masa yang banyak terluang.

Permainan congkak menggunakan dua bahan, iaitu papan congkak dan buah congkak. Kadang-kadang sebagai ganti papan congkak, lubang-lubangnya dibuat diatas tanah. Sementara biji-biji congkak pula ialah guli-guli kaca, buah getah, biji saga, batu-batu kecil dan sebagainya. Setiap papan congka hanya boleh dimainkan oleh dua orang sahaja.

MENYABUNG AYAM

Salah satu permianan bercorak pertandingan yang digemari oleh masyarakat Melayu tradisional ialah permainan menyabung binatang-binatang ternakan seperti lembu, kerbau dan ayam. Permaina sabung ayam misalnya diadakan sempenan sesuatu upacara tertentu yang disambut oelh masyarakat Melayu tradisional seperti ketika menyambut kelihiran bayi, perkahwinan dan pentabakan raja.

Permainan manyabung ayam melibatkan pertaruhan wang atau sejenis perjudian. Tetapi pemilik ayam boleh mendapat bayaran tanpa turut serta dalam pertaruhan menyabung dengan cara menyewakan ayamnay jika ayamnya itu telah terkenal sering beroleh kemenangan.

SEPAK RAGA

Sepaka raga ialah sejenis permianan yang menggunakan bola yang diperbuat daripada rotan yang dinanyam dua hingga tiga lapis. Sepak raga dimainkan oleh beberpapa orang pemain yang berdiri membentuk bulatan. Permainan ini dimulaid engan salah sorang pemian melambugkan bola kepada salah seorang pemian yang lain. Pemain lain kan menimbang bola terbut sebelum diambil oleh orang lain.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.